Cerpen Burung Terbang dari Kuburmu Karya Hamdy Salad - Cerpen Remaja : Cerita Pendek Remaja | Klinik Terapi Pengobatan Bekam Panggilan di Jakarta Selatan Timur Utara Selatan Pusat

Klinik Terapi Bekam Panggilan di Jakarta Selatan Timur Utara Barat Pusat


Cerpen Burung Terbang dari Kuburmu Karya Hamdy Salad - Cerpen Remaja : Cerita Pendek Remaja 0

Abu Qanun | Sabtu, Juli 02, 2011
Cerpen Burung Terbang dari Kuburmu Karya Hamdy Salad - Cerpen Remaja : Cerita Pendek Remaja
Cerpen Burung Terbang dari Kuburmu Karya Hamdy Salad - Cerpen Remaja : Cerita Pendek Remaja

Burung Terbang dari Kuburmu
Karya Hamdy Salad

BURUNG-BURUNG terbang meninggalkan musim dingin menuju tempat yang lain. Melintasi laut dan hutan. Menggaris cakrawala di langit keabadian. Sebagian pergi menaikkan derajatnya menuju tingkat yang lebih tinggi. Sebagian dilepas dan diberi angka pada sayapnya, agar mudah dikenali kemana pun mereka pergi. Sebagian lagi hanya bisa menghabiskan waktu untuk bernyanyi dalam sangkar tirani.

Seperti juga tetangganya, orang itu tak pernah bosan untuk bersiul. Mengajari burung bernyanyi dengan irama yang tidak pasti. Setiap sore dan pagi hari, ia berdiri di depan rumah. Memberi makan dan minum melebihi anaknya sendiri. Ketan hitam, buah pisang dan gabah, juga air yang telah direbus dengan daun jambu, selalu ada di kepalanya. Tapi burung tak juga pandai bernyanyi, kecuali beriak dengan suara serak. Memaki-maki pita suara dalam tenggorokan lalu amarah merasuk di dada pemiliknya. Mengajak anggota badan untuk bertindak. Menggerakkan kedua lengannya yang kokoh untuk membanting sangkar sampai roboh ke tanah. Dan burung pun terbang, tergopoh-gopoh, mencari kebebasan yang telah lama dirindukan.

Pada saat yang kurang tepat, tetangga itu datang ke rumahnya. Mengumbar basa-basi dalam dunia burung. Di dekat mereka mengobrol, seekor beo masih bertengger dengan rantai di kaki kanan. Matanya melotot, menatap tetangganya tanpa ragu. Sepertinya beo itu hendak bicara, mengabarkan luka yang diderita oleh majikannya.

"Aku tetanggamu. Tak mungkin bisa menutup telinga."
"Ya. Pada minggu terakhir sebelum kepergiannya, burung itu telah membuat sarang dalam sangkar. Dan ketika sangkar telah rusak, sarang itu berpindah tempat ke dalam tubuh majikannya. Hingga tubuh sang majikan terasa sesak. Penuh jerami yang berserak."

"Lalu, pergi ke mana?"
"Mencari musim di tempat yang lain. Sebab burung yang tinggal dalam sarang tertentu, dengan mudah akan ditangkap orang, setiap musim setiap waktu."

Tetangga itu bangkit. Lalu pamit dan kembali ke dalam rumah sendiri. Sunyi tanpa kata-kata. Memahami bahasa burung dengan lidah manusia. Menerbangkan khayalan menuju kenyataan. Membawa mimpi ke dalam kehidupan. Burung pelatuk mencari makanan; mematuki pohon yang keras sebanyak 20 kali dalam 2 detik tanpa cedera; pendarahan otak atau sakit kepala. Burung ababil membawa kerikil dan batu api tanpa terbakar tubuhnya; juga sayap dan bulu-bulunya.

Burung-burung selalu dipuja karena suara indah yang keluar dari tenggorokannya. Perkutut jantan yang terkenal itu, mendapat sertifikat yang lebih mahal dari kemerdekaan. Kutilang berjengger biru ditukar orang dengan mobil terbaru. Cucakrawa berbulu putih dikeramatkan sebagai bangsa burung yang terpilih. Sementara elang, makhluk pemakan daging itu, tetap setia menggaris laut. Menunggu mangsa yang luput.

Elang bermata merah mengepakkan sayapnya menuju tempat fajar merekah. Kemudaian berdandan, menjelma makhluk paling serakah; meminum nanah; memakan daging-daging busuk sampai muntah. Sedang elang bermata hitam, terbang ke arah matahari tenggelam. Lalu bernyanyi, mabuk dan gila sampai mati. Sayap-sayapnya yang patah jatuh ke bumi. Menjadi pena. Menuliskan sejarah sendiri tanpa tinta.

"Bukankah bumi juga memiliki mata pena?"
"Ya. Tapi langit yang menyimpan tintanya."

"Jadi?"
"Jadi bumi tak bisa menulis sejarah sendiri. Kecuali langit mengirimkan tinta yang lebih murni."

"Ah!!"
"Lelaki juga punya burung. Tapi perempuan yang menyimpan sayapnya. Jadi lelaki tak bisa terbang sendirian, kecuali perempuan mengepakkan sayapnya."

Dan ini juga burung. Walau hari sudah sore dan petang, walau angin ribut selalu datang, sekelompok merpati itu tak mau pergi dari tempat kebebasannya. Mereka habiskan waktu untuk bersendau-gurau sembari mengais sisa-sisa makanan orang. Hingga sayap-sayapnya menjadi malas terbang dan kembali ke dalam sarang. Makhluk-makhluk bertelinga kecil itu lebih suka tertidur dan menunggu pagi di taman-taman kota. Para pemburu yang kebetulan lewat dan melihatnya, tanpa perintah atau komando, langsung menembaki mereka tanpa aturan. Merpati-merpati kelimpungan. Lalu roboh ke tanah. Tak bisa lagi terbang, berkicau atau berdendang, kecuali menangis dan merintih dalam perut si-gendut. Perut pemakan daging yang sedang ribut di balik dinding.

Kalau saja Daud dan Sulaiman masih hidup, tangisan itu dapat digubah sebagai nyanyian dalam telingamu. Dan engkau pun menjadi bebas merdeka untuk terbang menemui diri di atas langit yang tinggi. Sebab burung telah menjadi amsal ruhani untuk membawa pesan-pesan rahasia ke dalam bahasa manusia.

"Maka, pujilah nama Tuhanmu yang telah menerbangkan burung-burung semesta dari sangkar derita. Dan burung-burung pun menjadi bahagia dalam istana yang sesungguhnya."

Seperti juga tetangganya, orang itu tak pernah peduli pada kenyataan di luar angkasa. Pada burung-burung cahaya yang menerbangkan manusia sempurna menuju surga. Serupa sayap-sayap jibril, mereka berkepak membawa bahtera, mengangkat ruh para nabi menuju singgasana yang abadi. Sementara wali dan orang-orang terpilih yang teraniaya atau disiksa para penguasa, memperoleh sayap dua-dua, tiga-tiga atau empat-empat dari burung-burung putih untuk terbang dan kembali ke dalam istana sejati.

Simurgh, burung merak dengan sayap-sayapnya yang indah, telah dinobatkan sebagai mahkota yang mesti dicinta. Sedang bul-bul menggantikan sayap-sayap manusia sebagai anugerah para pecinta. Lalu hud-hud, burung yang paling beruntung di dunia, menurunkan rahasia Tuhan kepada Sulaiman. Hingga Balqis, perempuan ratu yang terkenal itu, menjadi tunduk dan berserah diri di hadapan raja Yang Maha Suci. Lalu duduk dan berdiri; membaca syahadat sampai kembali ke dasar bumi.

"Telah kuingat semua nama yang indah. Dan kulepaskan semua burung yang mati dari sangkar resah." Seekor gagak menggali tanah; mengajarkan cara pada anak adam dan hawa untuk mengubur dan menutup aib saudara.

"Oh. Celakalah aku. Mengapa aku tidak bisa berpikir seperti burung gagak itu, sehingga saudaraku Habil dapat dikubur di bumi ini." Qabil menyesal. Lalu bergerak dan mengantar kepergian saudaranya dengan cara burung gagak. Menutup jasadnya dengan tanah, melepaskan jiwanya dengan penuh rahmah.

Tangan doa menengadah ke angkasa. Mendedah sebutir pasir di tengah mutiara. Seperti juga tetangganya, orang itu bersusah-payah untuk menjadi diri sendiri. Setiap hari, dari pagi sampai petang, dari petang sampai pagi lagi, tak pernah lupa untuk mengaji. Memahami bahasa burung dengan kalimat-kalimat suci yang lebih abadi. Kecuali tertidur dan mati.

Tapi hidup telah membawa jiwanya untuk menolak rasa kantuk, tertidur atau mati dengan sia-sia. Selain rindu yang luar biasa untuk bertemu dan terbang bersama burung-burung bersayap sutra. Burung-burung kesaksian yang mengangkat ruh alam menuju langit keabadian. Sampai selaput yang tipis di cekung matanya menjadi terkikis. Dan cahaya berkilau, memancarkan sinar dunia ke wajah bumi yang hijau.

Description: Cerpen Burung Terbang dari Kuburmu Karya Hamdy Salad - Cerpen Remaja : Cerita Pendek Remaja Reviewed By: Sigmund Freud Rating: 5.0
Rekomendasi:

KLINIK ALQANUN HERBACARE

Cerpen Burung Terbang dari Kuburmu Karya Hamdy Salad - Cerpen Remaja : Cerita Pendek Remaja
Ahli Pengobatan THIBBUN NABAWI/Pengobatan Metode Nabi (Penggabungan Terapi Hijamah/bekam, Terapi Ruqyah Ghoib/Terapi Air Putih, Terapi Herbal Alami untuk menjaga kesehatan, menghilangkan potensi penyakit dalam diri (fisik/non fisik) MEDIS DAN NON MEDIS dan menyembuhkan berbagai macam penyakit berat seperti : Stroke, Hipertensi/Darah Tinggi, Diabetes/Kencing Manis/Gula, Asam Urat/hiperuricemia (Gout/Pirai), Jantung, Kolesterol, Leher Bahu Kaku/Kejang, Migrain, Vertigo, Rehabilitasi Narkoba, Liver, Gagal Ginjal/Ginjal, Pengapuran, Prostat, Bronkitis, Kanker, Gatal Darah Kotor, Sulit Buang Air Besar, Rematik, Lumpuh, Sipilis, Raja Singa, Mandul, Impoten/Lemah Syahwat, Sinusitis, Insomnia, Nyeri Kepala, hiperkolesterolemia, Parkinson, Epilepsy, Varises, Wasir (Hemoroid), dan semua keluhan sakit (rematik, ischialgia/sciatica, nyeri pinggang bawah), penyakit darah (leukemia, thalasemia), Tinnitus, Asma, Alergi, Penyakit sistim imun (SLE, HIV), Infeksi (Hepatitis, elefantiasis, koreng), Glaukoma, Insomnia, enuresis/mengompol, Mania, Skizofren dan Trans (gangguan sihir/jin), dll. Begitu juga bekam untuk kesuburan (Fertilitas) dan Kecantikan (menghilangkan jerawat, komedo, vitiligo, menurunkan berat badan, dll). CALL CENTER (0852-2512-7300) untuk Terapi Bekam/Fasdu/AlFashdu + Ruqyah + Herbal Alami panggilan kerumah (HOME CARE THERAPY daerah DKI JAKARTA dan Sekitarnya). Segera hubungi Tabib Thibbun Nabawi (Ustadz Abu Qanun) Ahli Pengobatan Utama bukan Pengobatan Alternatif...karena KESEHATAN ADALAH INVESTASI MASA DEPAN Anda dan TAK TERNILAI HARGA-nya. Mau tahu KEAMPUHAN PENYEMBUHAN THIBBUN NABAWI/METODE PENGOBATAN NABI? KLIK DISINI!
Anda sedang membaca artikel tentang

Cerpen Burung Terbang dari Kuburmu Karya Hamdy Salad - Cerpen Remaja : Cerita Pendek Remaja

Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://www.bekamsteriljakarta.com/2011/07/cerpen-burung-terbang-dari-kuburmu.html. Anda boleh menyebarluaskan / meng-copypaste-nya jika artikel "Cerpen Burung Terbang dari Kuburmu Karya Hamdy Salad - Cerpen Remaja : Cerita Pendek Remaja" ini sangat bermanfaat bagi teman-teman Anda, namun jangan lupa untuk meletakkan link Cerpen Burung Terbang dari Kuburmu Karya Hamdy Salad - Cerpen Remaja : Cerita Pendek Remaja sebagai sumbernya. Thanks!

0 Responses So Far:

Cerpen Burung Terbang dari Kuburmu Karya Hamdy Salad - Cerpen Remaja : Cerita Pendek Remaja

Bagaimana komentar anda tentang Cerpen Burung Terbang dari Kuburmu Karya Hamdy Salad - Cerpen Remaja : Cerita Pendek Remaja